Perbandingan Kondisi Bayi Kuning yang Normal dan Berbahaya

Bayi kuning merupakan jenis penyakit pada bayi yang tidak bisa diabaikan. Anda perlu mewaspadainya jika ada faktor pemicu yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit kuning kepada bayi. Lakukan pemeriksaan sebagai salah satu upaya untuk memantau kondisi kesehatan bayi. Ini perbandingan kondisi yang normal dan berbahaya.

Kondisi yang Normal
Jika kondisi dinyatakan normal ini hal yang biasa terjadi karena fungsi hati bayi belum berjalan secara sempurna. Anda perlu mengetahui bahwa hati merupakan bagian yang penting dalam metabolisme bilirubin. Jadi, hal yang wajar jika ini terjadi di awal kelahiran  yaitu saat usianya melebihi 24 sampai 72 jam.

Kondisi akan berlangsung selama maksimal 7 hari. Bayi akan terlihat kuning karena bilirubin di dalam tubuhnya belum dirubah oleh hati, sehingga belum bisa dikeluarkan. Jika hati sudah bisa berfungsi sempurna maka bilirubin akan dikeluarkan dari tubuh bayi dan masalah kuning ini akan selesai.

Anda tidak perlu merasa khawatir karena masalah ini akan selesai dengan sendirinya setelah melewati 7 hari. Dikatakan normal jika derajat bilirubin hanya berkisar di angka 10 mg%. ada perbedaan yang terjadi pada jumlah kadar bilirubin ini sesuai dengan apa yang dikonsumsi bayi.
Jika bayi mengonsumsi susu formula kadar bilirubin hanya akan berkisar di 6 mg% sampai dengan 8 mg%. Jika bayi mengonsumsi ASI kadar bilirubin akan berkisar lebih tinggi yaitu 7mg% sampai dengan 14mg%. Lalu bayi tetap aktif menangis dan memiliki urine yang tidak berwarna kuning tua atau kecokelatan.

Kondisi  yang Berbahaya
Kondisi bayi kuning yang dinyatakan berbahaya karena disebabkan oleh berbagai penyebab. Diantaranya yaitu kelahiran prematur, pemecahan hemoglobin, atau pun golongan darah yang tidak sesuai. Ketika bayi lahir dalam keadaan prematur risikonya akan lebih besar karena bisa mengalami penyumbatan saluran cerna.

Ketika bayi mengalami masalah penyumbatan saluran pencernaan ini, maka di hari kelahirannya pun bayi akan terlihat kuning. Masalah ini dikatakan berbahaya juga dengan masa yang lebih dari 2 minggu tubuh bayi terlihat kuning.

Ditambah lagi ketika Anda telah melakukan pemeriksaan bilirubin dan ukurannya besar dari rata-rata. Peningkatan bilirubin terus terjadi setiap harinya. Urine bayi pun akan terlihat dengan warna yang kuning tua atau pun kecokelatan.

Anda bisa meminta dokter untuk segera melakukan tindakan agar bisa segera mengatasi masalah penyakit kuning pada bayi ini. Lakukan pemeriksaan seluruh tubuh bayi untuk mengetahui penyebab yang lebih jelas dari penyakit kuning yang dialaminya. 

Cegahlah terjadinya bayi kuning sejak berada di dalam kandungan. Jaga kesehatan jangan sampai berisiko melakukan persalinan prematur. Pastikan Anda tidak stres selama kehamilan.  Lakukan pemeriksaan dengan rutin untuk terus memantau kondisi kesehatan bayi di dalam kandungan. Setelah persalinan jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan agar lebih pasti.
Share on Google Plus

About Bocah Zaen

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.